Susah (mudah?) nya jadi dosen part 1
Dosen, sama seperti guru, merupakan profesi yang (katanya) mulia. Pahlawan tanpa tanda jasa, tanpa pernak-pernik penghargaan di dada. Dulu, saya tidak pernah bercita cita menjadi pengajar. Bukan berarti saya tidak mampu, tapi karena mengajar adalah pekerjaan yang beban tanggung jawabnya sangat besar. Saya kuatir tidak mampu memikul beban yang teramat berat tersebut. Namun, manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Lulus jadi sarjana tahun 2001, saya pulang ke Palembang dalam rangka berlebaran. Berbekal hanya satu tas ransel berisi beberapa potong pakaian, saya mudik. Baju, celana, UW, dan semua buku-buku (yang jumlahnya ratusan, yang belinya dicicil setiap bulan dari uang beasiswa) saya tinggalkan di rumah teman tempat kami menumpang satu tahun belakangan. Itu karena saya punya rencana balik lagi ke Bandung atau ke Jakarta untuk cari peruntungan di stasiun-stasiun tv yang saat itu baru buka.
alhasil, sampailah saya di Kampuang Nan Jauh dimato, tempat aku ditimang dan dibesarkan, dididik dan dibentuk dengan curahan kasih sayang yang melimpah ruah (Thank You ALLAH for the blessing you give to us), Waktu itu Nopember 2001 bertepatan dengan bulan ramadhan 1423 H. Tidak ada aktivitas yang luar biasa ketika di Palembang. Hanya sekedar silahturahmi dengan safam (baca: sanak famili), kawan-kawan semasa sekolah, kawan-kawan sekampung, nongkrong, gitaran, dan kegiatan ga penting lainnya (ga penting?! ini silahturahmi coy, PENTING!!!).. Begitulah, hari-hari aku isi dengan beribadah puasa; kongkow dengan kawan; baca-baca majalah-majalah lawas (Bobo tahun 80-an, masih tersimpan rapi di lemari buku. cuma warna kertasnya sudah menguning, dan rapuh. Juga ada majalah Selekta, Detektif & Romantika, dll terbitan tahun 50 - 60-an,warisan dari Yai (baca: Kakek,); dan.. menikmati masakan ibunda tercinta Rina Noer binti M Noer, yang super lezat (maklum bos, selama kost banyak prihatinnya).
Singkat cerita, dari hasil silahturahmi itu berjumpalah saya dengan suami sepupu yang dikenal dengan nickname Adek (nama asli: Iswan Djati K, Profesi: Kepsek SMA 4 SKY.. ini rahasia negara sebenernya, tapi keterbukaan informasi lebih penting, ndan!). Dari beliaulah saya dapat info bahwa LB LIA Palembang sedang buka lowongan untuk instruktur Bahasa Inggris. Eng ing eng, dengan semangat '28 saya buat lamaran, kumpulin berkas2, dan brrrrrmmmm tancap gas mengantar surat lamaran langsung ke kantornya (FYI, posisi gedung LBPP LIA masih diseberang apotek Pribumi atau RSMH Palembang, deket juga sama kantor Telkom dan Kodam II Swj di Jalan Jend Soedirman)
Akhirnya, setelah serangkaian test tertulis (English Profiency Test, Interview, dan Kesehatan) saya pun diterima sebagai cagur. Untuk naik level ke posisi guru yang sebenarnya, maka harus ikut pelatihan selama, kalo tidak salah, 3 bulan, dengan instruktur2 TOP dari kantor pusat LIA di Jakarta. Alhamdulillah, proses pelatihan yang menyenangkan dan menyegarkan otak itupun sukses saya lalui dan mulailah saya menjejaki profesi yang tidak pernah terbayang sebelumnya, jadi guru Bahasa Inggris! Sarjana Ilmu Komunikasi, jadi guru Bahasa Inggris! unbelieveable! (jangan lebay brur, sudah tua ah)
Setelah 1,5 tahun menjadi guru, saya jenuh, ingin cari yang baru. Dan terdamparlah saya di perusahaan swasta nasional TRAC Astra, bergerak dibidang rental mobil, sebagai Marketing Officer (MO).
Salah satu tugas dari MO adalah mengantarkan tagihan atau invoice ke konsumen masing2. Nah, disinilah sejarah baru dimulai. Saat sedang ngendon di sebuah kantor proyek kerjasama Uni Eropa - Dinas Kesehatan Kota Palembang, tanpa sengaja saya baca lowongan sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil Dipekerjakan, Kopertis Wilayah II Palembang. PNS (D)ipekerjakan? apa bedanya dengan PNS tanpa D? Ah masbod, pokoknya bikin lamaran dulu. Saya agak jenuh kerja di perusahaan swasta yang ga pandang bulu dan waktu dalam pekerjaan, terlebih saat itu saya baru saja jadi Ayah (Aufa, our beloved son, born on 24 Oct 2004).
Anda mulai jenuh membaca pengalaman yang kurang berharga ini.. ok.. Akhirnya, saya pun ikut test dan alhamdulillah diterima... Many thanks to You Allah, and to my beloved parents and sisters and wife for their prays.
Akhirnya (lagi)... saya pun resmi menjadi dosen PNSD Kopertis Wilayah II Palembang, bagian dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Dan ditempatkan di.... BENGKULU UTARA!!! (bersambung ke bag. 2)
No comments:
Post a Comment